ようこそですにゃ~!(ะ`・ω・´ะ)


Ok guys, sejujurnya, aku gak begitu fasih bahasa inggris tee-hee~
Cuman seneng baca LN, main VN, dan baca Manga make b. ing (Ralat: Illegal)
Terpaksa hahaha :'v (gak nyambung gini?)
Make bahasa indo aja ya, translate aja sendiri ;P

Selamat datang! Welcome! ようこそ!

Blog ini dibuat atas dasar ‘iseng-iseng
Kalo mau kenal sama saya lebih dekat (gak ada yang mau)
Ya ini kalo mau aja._.
Silahkan ke menu About huehuehue

Kalo ada yang tanya, “Kenapa di namain ‘Blue Schedule’?”
Karena saya dapet inspirasi ini dari lagu ‘Blue Schedule – Kirisaki Chitoge (CV. Toyama Nao)’
Lagunya lucuuuuuuuuuuuu
#TeamChitoge FTW
#GorillaGirl FTW

Omong-omong soal background, mungkin ada yang ngerti ada yang enggak
Buat kalian yang gak ngerti, silahkan cari angka '1.048596' di gugel :3

Saya akan berusaha sekuat tenaga(?) untuk memberikan info-info menarik lainnya
So, stay tune!

Oh ya satu lagi, saya masih awam dibidang per-blog-an(?)
Saya belum terlalu handal dalam hal beginian, tapi saya akan berusaha semampu saya, sambil terus belajar, dari mbah gugel :v

Mohon bantuannya, Master!

Yang mau share, copas dari sini boleh kok, tapi kalau bisa, dengan memberikan credit ke saya ^^

Semoga bermanfaat :3
Terimakasih!
ありがとう!

「ぬるぽ」
「ガッ!」


*A/N: Ini bukan diary kok ._.

Angel's Ladder - QUELL 歌詞/Lyric




SQ QUELL RE:START series vol. 3
Released on 30 November 2018

作詞・作曲:はまたけし
Lyrics & Music: Takeshi Hama
歌:和泉柊羽(武内駿輔)、堀宮英知(西山宏太朗)、久我壱星(仲村宗悟)、久我壱流(野上翔)
Performance: Shu Izumi (Shunsuke Takeuchi), Eichi Horimiya (Koutarou Nishiyama), Issei Kuga (Shuugo Nakamura), Ichiru Kuga (Sho Nogami)


歌詞:

そうさ 世界は分かり合えたら 思うまま
今夜 満たされたステージが 幕開けだ

Find enough, just find enough
見逃したくない景色が
Shake it up, just shake it up
眼前に降り注ぐから

雲の切れ間から射す光 長い夜にふさわしい終わり
はしごを登り降りする天使 高鳴る音楽の始まり
逃さないでよ(HEY!)逃さないでよ(HEY!
逃さないでよ(HEY!)逃さないでよ(HEY!
抱きしめてよ(HEY!)抱きしめてよ(HEY!
抱きしめてよ(HEY!)抱きしめてよ(HEY!

一人で出来ないだろう所 二人なら叶えられることも
すり切れてばかりで 日々を楽しめなくなっていたりはしませんか
三人でやりきれない音も 四人なら文句なしのコード
硬い殻を破り 共に高い未来に飛び出してはみませんか

そうだ 浮かない顔していたら 祈りが
空に届く前に 遠回りしちゃうな

Tryina smile, just tryina smile
ちょっとだけ口角を上げたら
Find the style, just find the style
新しい私になるから

あなたから放たれた光 言葉も説明もいらない
全てを包み込むような天使 明日につながっていく物語
逸らさないから(HEY!)逸らさないから(HEY!
逸らさないから(HEY!)逸らさないから(HEY!
抱き締めるから(HEY!)抱き締めるから(HEY!
抱き締めるから(HEY!)抱き締めるから(HEY!

無数のサイリウムの波が 音に合わせ踊りだす
僕らの色を選んでくれた 気持ちを歌で届けたい

雲の切れ間から射す光 長い夜にふさわしい終わり
はしごを登り降りする天使 高鳴る音楽の始まり

あなたから放たれた光 言葉も説明もいらない
全てを包み込むような天使 明日につながっていく物語
逸らさないから(HEY!)逸らさないから(HEY!
逸らさないから(HEY!)逸らさないから(HEY!
抱き締めるから(HEY!)抱き締めるから(HEY!
抱き締めるから(HEY!)抱き締めるから(HEY!

Na na na na Na na na na Na na na na Na na na na
Na na na na Na na na na Na na na na Na na na na
Na na na na Na na na na Na na na na Na na na na
Na na na na Na na na na Na na na na Na na na na

Romaji:

Sou sa sekai wa wakari aetara omou mama
konya mitasareta suteeji ga makuakeda

Find enough, just find enough
minogashitakunai keshiki ga
shake it up, just shake it up
ganzen ni furisosogukara

kumo no kirema kara sasu hikari nagai yoru ni fusawashii owari
hashigo o nobori ori suru tenshi takanaru ongaku no hajimari
nogasanaide yo (HEY!) Nogasanaide yo (HEY!)
Nogasanaide yo (HEY!) Nogasanaide yo (HEY!)
Dakishimete yo (HEY!) Dakishimete yo (HEY!)
Dakishimete yo (HEY!) Dakishimete yo (HEY!)

Hitori de dekinaidarou tokoro futarinara kanaerareru koto mo
suri kirete bakaride hibi o tanoshimenaku natte itari wa shimasen ka
sannin de yarikirenai oto mo yonnin nara monku nashi no koodo
katai kara o yaburi tomoni takai mirai ni tobidashite wa mimasen ka

sou da ukanaikao shite itara inori ga
sora ni todoku mae ni toumawari shichau na

Tryina smile, just tryina smile
chotto dake koukaku o agetara
Find the style, just find the style
atarashii watashi ni narukara

anata kara hanatareta hikari kotoba mo setsumei mo iranai
subete o tsutsumikomu youna tenshi asu ni tsunagatte iku monogatari
sorasanaikara (HEY!) Sorasanaikara (HEY!)
Sorasanaikara (HEY!) Sorasanaikara (HEY!)
Dakishimerukara (HEY!) Dakishimerukara (HEY!)
Dakishimerukara (HEY!) Dakishimerukara (HEY!)

Musuu no sairiumu no nami ga oto ni awase odori dasu
bokura no iro o erande kureta kimochi o uta de todoketai

kumo no kirema kara sasu hikari nagai yoru ni fusawashii owari
hashigo o nobori ori suru tenshi takanaru ongaku no hajimari

anata kara hanatareta hikari kotoba mo setsumei mo iranai
subete o tsutsumikomu youna tenshi asu ni tsunagatte iku monogatari
sorasanaikara (HEY!) Sorasanaikara (HEY!)
Sorasanaikara (HEY!) Sorasanaikara (HEY!)
Dakishimerukara (HEY!) Dakishimerukara (HEY!)
Dakishimerukara (HEY!) Dakishimerukara (HEY!)

Na na na na Na na na na Na na na na Na na na na
Na na na na Na na na na Na na na na Na na na na
Na na na na Na na na na Na na na na Na na na na
Na na na na Na na na na Na na na na Na na na na

Gabut xxx

Yes gaes, sorry ga muncul lama
1 alesannya
vga laptop gua rusak.
fak bgt emng
mana servis nya mahaleu
mending beli laptop yg baru
tp q butuh data data dilaptop itu
so gua tetep harus nunggu supaya laptop itu bisa nyala sementara supaya gua bisa pindahin filenya kesuatu tempat
ke bgst an memang datang kapan sadja
sori kalo gua kasar, tp gua sendiri memang kesal
padahal saat itu otak gua dipenuhi ide cemerlang but, hell yea

so gua blm bisa lanjutin cerita dan post post lainnya
ini aja minjem laptop eksdi

yes so stay tune

Insya Allah akan ada update keren kalo laptop gua dah bener
and then, ada beberapa kata yg gua edit di Prolog dan Part I
check this one

padahal gua udah mikirin banyak hal, tp yah, rencana hanyalah rencana ya kan
mana gua pusing sama rl lg
doain ya gaes
moga gua cepat cepat berada dijalan yg benar
tq
xoxo

Part II

...COMING SOON...

Characters Information

TBA

Happy New Year! 2018

Udah cuman pen ngomong itu doang.



GA LAH HAHAHA
Gua gabut sumpah
tapi btw, ya gua ngebacot aja kali ya

ok gaes, q ingin berubah, q ingin jadi produktif

Resolusi gua ditahun 2018:
Dapet duit banyak.

HAHA

ya, ok bingung si mau nulis apa

ya sebenernya resolusinya pen blog ini banyak viewers
dan saya pen coba jadi yucuber
BIAR APA HAHAHA
saya pen coba ngecover lagu, tp blm kesampean, mohon doa ea hehehe

oiya, saya mo ngasih tau aja saya pemain deresute HAHAHA
biar apa...

yaudah intinya saya gabut

resolusi saya banyak sih
gabisa disebutin satu-satu
"ingin jadi lebih baik"
bullshit sih ya

tapi ya gimana.

cita cita saia jg banyak
makanya saya nyoba jadi pengarang juga

doakan saya ya teman teman


yak sekian ucapan tahun baru 2018 nya

pengennya ini jadi first post, tapi saya ga nyadar pas post Dystopia: Part I KIRAIN MASIH 2017 HAHAHA

yaudahlah.

doakan juga saya jadi sering post disini

doakan saya menjadi lebih baik dan terbaik
oke oce


makasih udah mau baca bacotan saia

bye. :***

Part I

Sepanjang perjalanan, yang Maria lihat hanyalah reruntuhan bangunan. Hanya beberapa gedung terbengkalai yang masih tetap pada posisinya, berdiri tegak dengan beberapa kaca yang pecah. Namun adapula yang setengah bangunannya sudah hancur. Walau pemandangan seperti ini sudah biasa baginya, tapi Maria tetap merasakan kengerian dari suasana yang ia rasakan tersebut. 
Tak ada seorangpun disana. Hanya ada Maria dan kedua kakaknya. Sampai detik inipun, Maria masih bersyukur karena ia tidak hidup sendirian.
Semua menutup mulut rapat-rapat. Hening. Tak ada suara sedikitpun yang keluar dari mulut mereka. Hanya ada suara mesin mobil 4WD yang mereka naiki dan suara gaduh dari batu-batu yang saling beradu. Hayato yang sedang fokus dengan jalanan, dan Chloe yang sedang tertidur dikursi penumpang sebelah Hayato. Maria sendiri hanya memandangi jendela dikursi belakang. Tubuhnya seperti terombang-ambing didalam mobil karena reruntahan yang mereka lalui. Maria memegang erat sabuk pengamannya, khawatir ia akan tersungkur kedepan. Namun bersamaan dengan pikiran tersebut, mobil tiba-tiba berhenti.
“Chloe, pindah kebelakang segera.”
“Hm...?”
“Maria juga cepat bersembunyi.”
“Eh?”
Maria kebingungan, namun Chloe yang masih setengah sadar, entah sejak kapan sedang mencoba membuka sabuk pengaman Maria dan tersenyum tipis. Dengan kesusahan, Maria menuruti perkataan Hayato, dan mengikuti apa yang dilakukan kakak perempuannya, bersembunyi dibagasi belakang mobil dengan posisi berbaring. Setelahnya, Chloe menutupi badan mereka dengan sebuah terpal berwarna hitam.
“Tetap tenang ya.”
Samar-samar, Maria melihat Chloe tersenyum manis padanya.
Cantik...
“Sudah siap?”
“Ya.”
“Pegangan yang kuat!”
Seketika itu, Hayato menginjak pedal gas dan mobil berjalan dengan kecepatan penuh. Chloe memeluk Maria dengan erat. Ia merasakan kehangatan dan kelembutan dari pelukan Chloe.
Wangi raspberry...
Tak lama kemudian, lagi-lagi mobil berhenti. Kali ini Maria mendengar Hayato sedang berbicara dengan seseorang, namun percakapan mereka tidak terdengar jelas. Saat Maria menatap mata Chloe, ia mengisyaratkan agar tetap diam dengan meletakkan jari telunjuknya didepan bibir merah mudanya, sambil tersenyum lembut.
“Ck, Percuma! Minggir!”
“Ternyata kau memang penipu, dasar brengsek!!”
Bersamaan dengan suara lantang tersebut, mobil bergerak sangat cepat. Terdengar suara rintihan kecil dari Chloe. Sepertinya Chloe membentur sesuatu.
“Kau baik-baik saja?” Tanya Maria dengan suara kecil.
“Sst...” Balas Chloe sembari mengangguk.
“Jangan biarkan penyusup itu lepas!!” Teriak seseorang.
Maria kaget. Ia memeluk Chloe lebih erat. Jantungnya berdetak semakin kencang.
Aku takut...
“Argh! Sial!!”
Hayato membanting setir, sehingga kepala Chloe membentur mobil. Chloe meringis kesakitan.
“Kakak!” Maria berteriak. Namun lagi-lagi Hayato membanting setirnya yang membuat tubuh Maria tersungkur.
“Ah!”
“Maria!”
Chloe memeluk tubuh Maria lebih erat. Maria menahan rasa sakit dan tangisnya.
“Oi kalian tidak apa-apa?” Hayato bertanya dengan berteriak.
“K-kami baik-baik saja!” Jawab Maria.
“Sedikit lagi! Bertahanlah dan berpegangan lebih kuat!”
Entah apa yang dilakukan Hayato, tapi Maria merasa seperti terbang. Mobilnya bergerak tak beraturan, sangat cepat, dan seperti berputar-putar. Hayato bekerja keras untuk mengendalikan mobil tersebut. Atmosfir disekitar mereka sangat berat. Nafas mereka sama-sama tak beraturan. Detak jantung mereka pun sama-sama tak terkendali. Tiba-tiba Maria merasa pusing dan mual.
Aku ingin muntah!
Karena sudah tak tahan, beberapa detik setelah pikiran itu, Maria mengeluarkan seluruh isi perutnya. Bau tak sedap memenuhi tempat Maria berbaring, apa lagi karena seluruh tubuhnya sudah ditutupi terpal, baunya tak kunjung keluar dan udaranya menjadi pengap.
“Ma-Maria... Um... Kau tidak apa-apa? Kau pasti pusing ya karena pengalaman pertamamu menaiki mobil harus berakhir seperti ini...”
Mendengar suara menenangkan tersebut, ia baru menyadari apa yang terjadi. Didepannya ada kakak perempuan yang sedang memeluknya erat-erat. Chloe menatap dalam-dalam wajah Maria, lalu mengambil sebuah sapu tangan dan mengelap mulut Maria, tetap dengan senyuman yang menenangkan hati.
“Ya! Semuanya telah berakhir! Ayo kalian berdua, keluarlah. Maaf atas perlakuan kasar mobil ini ya, hahaha!” Hayato berseru dengan riang.
“Huft, syukurlah. Ayo kita keluar. Hayato, tolong berhenti sebentar...”
“Hah, kenapa?”
Hayato menepi dan menghentikan mobil. Ia segera menghadap kebelakang. Disana sudah berdiri adik-adiknya dengan keadaan yang membuat Hayato menganga.
“...”
“... M-maaf... Kakak... Huwaaaaaaaaa!!”
Maria menangis sejadi-jadinya. Ia merasa sangat bersalah. Bau raspberry yang sebelumnya ia rasakan, kini telah hilang, digantikan bau yang sangat tidak sedap. Maria menyesal karena ialah yang membuat bau harum tersebut hilang.
“A-apa yang telah terjadi...” Muka Hayato berubah pucat. Tapi Chloe memicingkan matanya. Chloe nampak akan marah bila Hayato melanjutkan perkataannya, jadi Hayato memilih untuk bungkam.
Wanita ini kalau sudah marah rasanya dunia ini benar-benar bakal berakhir...
“Ayo kita keluar.” Chloe menuntun Maria yang menangis untuk keluar dari mobil. Sambil tersedu-sedu Maria berjalan tanpa tongkat dengan dibantu oleh Chloe. Hayato yang melihat itu, dengan sigap mengambil botol air miliknya dan menghampiri mereka yang sudah duduk disebuah batu besar.
“Sekarang, tenangkan dirimu dulu, ambil nafas dalam-dalam, keluarkan perlahan... Udaranya sekarang sudah lebih baik kok.”
Chloe berusaha menenangkan Maria sembari membelai rambutnya. Maria mengikuti saran darinya. Namun, ia masih belum bisa mengatur napasnya.
“Ini, minumlah...”
Entah sejak kapan Hayato sudah berdiri didepan Maria, menyodorkan sebotol air siap minum miliknya. Maria menatap kedua kakaknya bergantian. Ia nampak enggan meminumnya. Bukan berarti dia benar-benar tidak mau. Air minum milik Maria telah habis beberapa saat yang lalu. Tapi mulutnya masih merasakan sesuatu yang tak sedap. Jadi dia tentu ingin minum lagi. Tapi untuk mendapatkan air bersih sangatlah sulit, dan harus melalui proses yang cukup panjang agar air benar-benar siap minum, lalu Chloe pun sudah membagi air siap minum tersebut kepada mereka masing-masing satu botol besar untuk hari ini. Bila Maria meminum air dibotol milik Hayato, bagaimana dengannya nanti?
“Gak usah banyak mikir, udah cepet minum.” Hayato mendorong botolnya kepada Maria.
“Ma-maaf...” Setelahnya, Maria menenggak isi botol tersebut. Ia menyisakan setengah air dibotol Hayato.
“Su-sudah cukup, maka-sih...” Maria mengembalikan botol tersebut sembari tersenyum.
“Maaf... La-lagi-lagi, a-aku merepotkan ka-lian...”
Hayato dan Chloe saling tatap, lalu mereka memeluk Maria dengan erat.
Lagi-lagi... Hanya kehangatan mereka yang dapat membuatku tenang... Aku tak boleh takut! Aku tak boleh gentar! Aku harus semangat dan tidak merepotkan mereka!
Maria sedikit mendorong tubuh mereka agar mereka melepas pelukannya. Maria lalu menggenggam kedua tangan kakaknya dan menatap mereka bergantian.
“Ayo kita lanjutkan! Aku sudah lebih tenang sekarang. Aku siap!”
Hayato dan Chloe tersenyum. Kemudian, Hayato mengangkat tubuh Maria, dan membantunya masuk kedalam mobil. Chloe pun masuk kedalam mobil dan duduk dikursi penumpang sebelah pengemudi.
“Kalian sudah siap? Kencangkan sabuk kalian, nona-nona!”
“Apaan sih, hahaha.”
Hayato menginjak gas secara perlahan, dan mobil pun mulai bergerak maju tanpa arah tujuan.
Entah akan membawa kemana jalan yang sedang meraka susuri. Namun pasti akan ada sebuah ujung yang menggiring mereka pada sebuah kebenaran.
Kuharap sebuah keajaiban akan datang secepatnya!


--Tapi ya, harapan itu kan cuman harapan.

Prolog

Dystopia. Sebuah gambaran masa depan yang tidak diinginkan oleh siapapun. Dimana masa depan yang cerah, masa depan yang menjanjikan, masa depan yang lebih baik, tak akan pernah terwujud. Dunia dimana harapan tidak pernah ada. Hanya ada perasaan gelap dan dingin.
Tuhan telah meninggalkan dunia ini. Semua orang mengatakannya. Berkali-kali. Hingga hanya kata-kata itu yang terngiang dikepala setiap orang. Hanya kata-kata itu yang terekam dalam benak mereka. Hingga, tak ada yang bisa mereka percayai. Siapapun dan apapun.
Kau percaya dunia semacam itu?
Inilah dunia yang harus kupercayai. Dunia yang harus kami tempati dan tinggali. Mau tidak mau. Terpaksa sekalipun, hidup, adalah satu-satunya hal yang harus kami jalani.
***
   “Kak, mana mungkin aku kenyang kalo makan ini doang!”
   “Heh, kamu itu engga bisa lihat kondisi sekarang ya! Kalau yang ada hanya roti, terima saja. Bersyukur kamu masih mendapatkan roti itu!”
   “Maria... Kamu tahu, bahkan Hayato belum makan apa-apa sejak tadi malam. Yang terakhir ia makan hanyalah setengah gelas minuman sereal.”
Sembari diingatkan hal tersebut, Maria digiring menjauh dari kakak laki-lakinya agar kata-kata tersebut tak terdengar olehnya.
   “...Tapi...” Maria menggenggam roti ditangannya lebih erat. Ia tahu betul bila satu-satunya kakak laki-laki yang ia miliki itu, hanya minum setengah gelas minuman sereal tadi malam, sedangkan dirinya mendapatkan segelas minuman sereal hangat, begitu juga kakak perempuan yang mengingatkannya akan hal tersebut. Hayato mengabaikan rasa laparnya demi adik-adiknya.
   “Chloe, tolong ambilkan obeng yang disana.”
   “A-ah! Baik.”
   Chloe mengisyaratkan pada Maria untuk duduk ditempatnya berada sekarang dan segera meninggalkan Maria. Terlihat kakak laki-lakinya sedang sibuk memperbaiki sebuah mobil yang mereka temukan terbengkalai dipinggir jalan. Dengan sigap, Chloe mencari barang yang diminta oleh Hayato, kakaknya yang usianya hanya terpaut 2 tahun dengannya. Chloe mencari benda tersebut di kotak perkakas yang berada di sebelah ban belakang mobil tersebut.
   “Hayato, I-ini!” Chloe menyodorkan obeng tersebut ke bagian bawah mobil agar Hayato mudah meraihnya, segera setelah ia menemukan barang yang ia cari.
   “Ah, terima kasih.” Setelah mengambil obeng dari tangan Chloe, Hayato, yang baju dan mukanya kotor sekali karena terkena cipratan oli, kembali terfokus pada apa yang sedang dikerjakannya. Sesekali Chloe membantu Hayato mengembalikan beberapa barang yang sudah tak digunakannya. Sedangkan Maria sedang menghabiskan rotinya sedikit demi sedikit sembari memperhatikan kedua kakaknya tersebut.
   Maria ingin sekali membantu, tapi...
   “Tapi... apa yang bisa aku lakukan ya?” Gumamnya sembari menatap bagian bawah alat geraknya, namun tak nampak kaki kanannya dari balik rok. Maria juga menatap tongkat yang membantunya berjalan.
   Sama seperti kakak-kakaknya, Maria sudah merasakan penderitaan ini sejak kecil. Ia bahkan tak ingat wajah orangtuanya, karena kata Hayato, mereka meninggal ketika Maria baru saja lahir. Sedangkan Hayato dan Chloe masing-masing berumur 18 tahun dan 16 tahun ketika itu. Tak pernah sekalipun ia memiliki memori dengan orangtuanya. Kadang, itu membuat Maria sedih. Tapi ia sangat bersyukur memiliki kakak sebaik Hayato dan Chloe. Mereka berdua selalu menjaga Maria, mendampinginya, merawatnya, membesarkannya, mengajaknya bermain, dan mengajarinya banyak hal. Bahkan mereka rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk melindungi Maria. Hampir setiap hari, Maria dan kedua kakaknya harus berpindah-pindah tempat beristirahat agar dapat melindungi diri mereka. Kondisi ini nampak tak berbeda jauh dengan Perang Dunia II yang pernah ia baca dibuku hasil temuannya dijalanan. Walau Maria sangat lelah dengan semua yang terjadi padanya, apalagi karena kondisi fisiknya yang tidak sempurna, Maria mau tidak mau harus menerima takdirnya.
Tanpa disadari, Maria meneteskan air matanya. Sekarang Maria sudah berumur 10 tahun. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Tidak ada satu hari pun bagi Maria untuk tidak merasakan kehangatan kedua orang yang sangat ia sayangi tersebut. Ia mengingat-ingat kembali kejadian-kejadian yang telah ia alami bersama kedua kakaknya sepanjang hidupnya. Walaupun semuanya terlihat menyeramkan, tapi selalu ada Hayato dan Chloe dalam ingatannya. Mungkin itulah alasan yang membuat Maria menangis sekarang. Maria mencoba lebih kuat dan berguna bagi mereka, tapi ia selalu gagal dan dikalahkan oleh egonya sendiri. Ia kadang menyalahkan dirinya sendiri karena memiliki kondisi fisik yang malah merepotkan kedua kakaknya. Sudah merepotkan, tidak bisa apa-apa pula. Mungkin aku tidak sepantasnya hidup...
“Bocah macam kamu itu tahu apa sih? Gak usah nangis-nangis gitu deh, alay.” Bersamaan dengan kata-kata tersebut, sesuatu menyentuh pipi Maria yang sedikit basah karena air matanya. Setelah sesuatu yang menyentuh pipinya itu beranjak, Maria segera memegangi pipinya. Ada oli yang menempel diwajahnya, karena ketika ia memegang pipinya, oli tersebut menempel juga pada jari tangannya.
“Hei! Apa yang kau lakukan?! Ini menjijikan!” Maria mencoba memukul dengan tangan kanannya dan segera menengadah ke atas untuk memelototi kakak laki-lakinya. Hayato membalas memelototinya. Maria menjadi takut. Ia takut kakaknya tersebut marah, dan akhirnya meninggalkannya.
Namun ia mendapat respon yang lain. Sesaat setelah Maria berhenti menatapi Hayato, ia justru segera tersenyum pada Maria dan segera menggendong Maria.
“Kamu bosan hidup ya? Ya sudah kalau begitu, aku tinggal kau disini saja. Sampai jumpa.” Hayato menurunkan Maria dan segera berjalan menjauh menuju mobil yang nampaknya sudah berhasil diperbaikinya sembari melambaikan tangannya. Nampak didalam mobil, Chloe sudah duduk manis dikursi sebelah pengemudi, namun dengan wajah yang khawatir. Maria yang mulai paham dengan kondisi sekarang, segera mengambil tongkat berjalannya, dan mencoba berjalan cepat untuk meraih tangan Hayato dan berjalan disampingnya.
“Aku senang jalan-jalan berkeliling kota, kok!” Maria menengadah dan tersenyum sembari mengatakan hal tersebut. Hayato membalas senyuman Maria dan tiba-tiba mengambil tongkat berjalan Maria dan segera mengangkat tubuh kecilnya untuk hinggap dipunggung Hayato. Segera setelahnya, Hayato berlari dengan cepat sehingga Maria tertawa girang dibuatnya.
Didunia dimana langit tertutup awan, cahaya matahari hampir tak nampak, Maria masih merasakan kehangatan yang melebihi kehangatan sinar sang surya, yaitu terus bersama dengan kakak-kakaknya walau dalam keadaan dunia yang seperti ini.
Mobil pun mulai berjalan meninggalkan kota yang telah ia tinggali selama seminggu tersebut.
Ternyata, aku sudah menemukan sebuah ‘Utopia’ dalam ‘Dystopia’ ini sejak lama. Pikir Maria.

[Review] Hoshi no Koe (Voice of a Distant Star) 「ほしのこえ」

Film pertama yang dibuat oleh Makoto Shinkai.
Saya agak samar-samar tentang cerita ini.
Tapi saya akan berusaha membuat review ini tanpa me rewatch anime ini.

Ah udahlah saya males ngomong:(
Kenapa sih saya selalu buat review anime feel? :'v

Perhatian! Artikel ini mengandung spoiler berat. Resiko ditanggung sendiri.
Di artikel sebelumnya, saya pernah bilang kalau saya 'phobia' sama luar angkasa kan?
Sebenernya itu ga bener-bener phobia. Tapi aku ngerasa takut aja sama luar angkasa.
Berawal dari anime ini.

Informasi umum bisa kamu cek disini. 
Anime ini rilis dia bioskop pertama kali pada tahun 2002.
Ya ampun. jadul banget. saya aja belum lahir haha:v
Mulanya, si cewe dan cowo, Mikako dan Noboru adalah teman yang sangat akrab.
Hingga suatu hari, Mikako harus menjalankan misinya keluar bumi. Iya keluar angkasa. Seorang wanita.
Selama diluar angkasa, dia selalu membawa hpnya. Itu ia pakai untuk berkomunikasi dengan Noboru.
Ternyata, Mikako ini harus menjalankan misi ketempat yang semakin lama semakin menjauhi bumi. Selain ia semakin sulit menghubungi Noboru, nyawa dia juga terancam. Selama perjalanannya, ia bertemu mahluk-mahluk aneh yang nampak seperti monster yang jahat. Siapa tau diluar sana monster nya lebih banyak?
Pesan-pesan yang dikirim Mikako, bisa diterima Noboru 1 tahun kemudian. Bahkan lebih!
Bayangkan perasaanmu bila menjadi salah satu dari mereka. Ini the real LDR :'v
Noboru yang tinggal di bumi tiap harinya terus tumbuh dan berkembang. Hingga diumurnya yang sudah 20 tahun lebih pun, Mikako diluar sana masih tetap berumur 14 tahun.
Disini mulai ngefeel berat.
Ternyata mereka saling mencintai. Tapi cinta mereka terhalang ruang dan waktu.
Dasar Makoto Shinkai!
Singkat cerita,
saya lupa akhirnya:v
Nonton sendiri aja. Ga nyesel nyesel amat kok(?)
Yang mungkin saya sesali dari menonton anime ini adalah
Artnya._.
anda tahu 2002 itu seperti apa? :'v
Tapi untuk robotnya sih udah lumayan
Acung jempol deh buat Shinkai wkwk
Durasinya cuman 25 menit. Tapi romance, mecha, space, adv, semuanya ada :'v
Anime ini juga ada manganya.
Nah... menyambung artikel sebelumnya, 'kenapa saya bisa takut sama luar angkasa?'
1. Setelah menonton berbagai macam anime tentang luar angkasa, dan dari beberapa ilmu pengetahuan yang saya temukan di dunia nyata, luar angkasa itu luaaaaaaaaaaaaaaaaaaaassssssssss beud. Ga kebayang seberapa luas nya luar angkasa. Ga ada ujungnya. kalo kamu tersesat, mampus.
2. Ga kaya bumi yang berbentuk ruang, luar angkasa itu terlalu terbuka._.
3. Saya nonton Macross series, yang semuanya diluar angkasa. Kalo ngeliat mereka bertarung, saya agak senang. Kenapa? rasanya luar angkasa jadi ga sepi-sepi amat. Kalo kita ketinggalan di luar angkasa, ga ada gugel maps yang bisa bantuin kamu.
4. Masih dari Macross, waktu saya nonton M. Frontier, ketika Luca, si shota imut itu tali ngecek armadanya, ada seseorang yang memotong alat pernapasannya. KEBAYANG KAMU MATI DILUAR ANGKASA KARENA KEHABISAN NAFAS, DAN KAMU TEROMBANG-AMBING DI LUAR ANGKASA?!
5. Terlalu banyak hal yang belum bisa kita buktikan diluar angkasa.
6.  Sudah banyak saya menonton anime bertema 'Distopia' atau perang antar umat manusia, pasti ujung-ujungnya ke luar angkasa ._.
7. SEBEGINI BENCINYA KAH SAYA PADA LUAR ANGKASA?! Jujur, saya ga takut sama alien. Tapi hal semacam ini yang bikin saya takut. Kalo kita sering keluar angkasa, banyak juga penyakit yang bisa datang pada kita. Contohnya jantung, dan lain sebagainya.
8. Semua ini ciptaan Tuhan. bagi saya yang beragama islam, kita semua tahu ada langit ketujuh. Saya udah ga kebayang lagi itu kaya gimana.

Yasudahlah. Mungkin masih banyak alasan saya. Maaf kalo saya jadi nakut-nakutin anda.-. Ini semua memang ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Kalo kita terlalu mikirin seperti apa alam semesta ini dimata Tuhan, itu ga akan masuk ke akal kita. Yang ada kita gila.-.

Tambahan: Saya ga suka hal-hal berbau retro. Kenapa? Itu jadul dan menyeramkan. Titik.

Ya sekian curhatan dari saya lagi:(

Ringkasan:
Story: 8
Art: 6
Music: 7
Enjoyment: 5
Overall: 7

Intinya...
Ya begitu.

Dah!

[Review] Shelter



Udah nontonnya?
Bagus?
Rame?
Atau...
Biasa aja?

Asal kalian tau, saya kemarin habis baca Tokidoki langsung nonton MV ini :'v
Saya pun kembali memenuhi ember dirumah

Baik. Langsung saya buat review aja ya~
Perhatian! Artikel ini mengandung spoiler berat. Resiko ditanggung sendiri.
Sebelumnya, saya sudah membaca sinopsisnya terlebih dahulu. Berikut adalah sinopsisnya.
"Shelter mengisahkan tentang Rin, seorang gadis berusia 17 tahun yang terus menerus hidup sendirian di dalam dunia simulasi. Setiap hari Rin bangun di kenyataan buatan dan menggunakan tablet miliknya untuk mengendalikan dan menghadirkan simulasi baru yang indah untuk dirinya. Hingga suatu hari semuanya berubah, Rin akhirnya mengetahui tujuan sebenarnya yang menyebabkan dirinya tinggal didalam sebuah simulasi."
Ok. Dari sinopsis nya udah ada hawa-hawa apa gitu yakan(?)
Informasi lengkapnya, ada di deskripsi video nya ya.
Porter Robinson dan penulis lagu Madeon merilis lagu SHELTER pada bulan Agustus lalu.
Dan akhirnya dibuatlah story, hingga animenya bersama dengan A-1 Picture.
First impression saya setelah beres nonton anime ini,
"Saya phobia luar angkasa sepertinya."
Bukan tanpa alasan. Mungkin saya akan membahasnya diakhir.

Banyak orang yang memuji Shelter, hingga menginginkannya menjadi film layar lebar. Tapi ga sedikit juga yang menghujatnya, "Lagunya ga cocok" "Lagunya aneh. Padahal MV nya bagus..." dan lain sebagainya.

Awalnya, ya seperti menurut sinopsis.
Kesananya, mulai lah dikupas cerita sebenarnya.
Pada waktu itu, dunia mengalami distopia. (buat yang ga tau apa itu distopia, bisa cek di wikipedia ya ^^)
Ayahnya si Rin ini, mengurus Rin seorang diri. Karena istrinya meninggal saat Rin masih kecil.
Karena tau dunia mengalami distopia, ayahnya pun membuat sebuah projek agar Rin bisa tetap bertahan hidup. Saya juga ga begitu mengerti gimana cara kerja alat buatan ayahnya. Tapi seperti tampak pada video, alat itu membuat Rin tak sadarkan diri, namun dalam pikirannya, ia dapat bergerak bebas dan menciptakan apa saja dengan tabletnya
 Akhirnya, Rin kecil yang tak tahu apa-apa, dikirim ayahnya menuju keluar angkasa yang luasnya tak terhingga. Tentu saja ayahnya tidak ikut. Ia pun mati bersamaan dengan hancurnya dunia.
Awalnya, Rin ga ingat apapun tentang hal tersebut. Tapi karena semakin lama ia penasaran, mengapa ia selalu sendiri di dunia itu, ingatannya pun sedikit demi sedikit terpulihkan.

Ya begitulah singkatnya.
MV ini hanya berdurasi 6 menit.
Namun ceritanya... :(

Saya pun akhirnya menemuka beberapa fact dari OA di LINE. Berikut fakta yang sudah saya revisi.

1. Pesan yang didapat Rin di akhir video adalah sebagai berikut, (Bahasa Inggris)

To: Rin
From: Dad

There was just so little time after you were born.
I don't know how much love I managed to pour into raising you after your mom died...
But your smile kept me going.
I would like to have come with you, but I couldn't.
I wanted you to forget everything and move on...
I knew you'd be alright. But you'll get lonely, and remember.
I know you'll grow strong, and read this letter someday.
I really wish we could have spent more time together. I'm sorry.
You were so young back then, too young to understand what they meant. So let me repeat...
My final words to you.

The final word nya adalah monolog yang dilakukan oleh Rin

The chorus is in the girls pov, the dad's were everything else.
dad: "I could never find the right way to tell you. Have you noticed I've been gone? Cuz I left behind the home you made me But I will carry it along"

Rin: "and its a long way forward So trust in me I'll give them shelter like you've done for me And I know I'm not Alone You'll be watching over us Until You're gone."

us: the girl and her bear

dad: "When I'm older I know that I'll be silent beside you And the words won't be enough. And you will need to know it inside our faces And it will carry on for us"

Rin: "And it's a long way forward So trust in me I'll give them shelter like you've done for me And I know I'm not alone You'll be watching over us Until You're gone. "

Ah sudahlah:( saya ga bisa berkata-kata lagi:(

2. 2539 hari itu sama dengan 6 tahun 11 bulan 16 hari

Sedangkan pesan yang didapat oleh Rin di hari ke 2555, sama dengan 7 tahun pas.

WTF sekali cerita ini:(
Saya udah ga tau lagi mau ngomong apa. Udah ga bisa berpikir:(

Akhir kata, mari kita dukung terus orang-orang dibalik karya ini, semoga mereka dapat terus berkarya, bisa menginspirasi kita, dan bermanfaat untuk sesama manusia(?)

Maaf kalau artikel kali ini ga disertai banyak foto, karena saya males nge screenshot :v

Rangkuman untuk semuanya:
Story: 9
Art: 8
Music: 6
Enjoyment: 8
Overall: 9

Saya akan membahas alasan saya 'phobia' dengan luar angkasa di artikel yang akan datang. Jadi tungguin aja ya!

Terimakasih dan sekian~

[Review] Tokidoki (Manga)

Perhatian! Artikel ini mengandung spoiler berat. Resiko ditanggung sendiri.

Apa yang terlintas dipikiranmu saat Naoshi Komi, mangaka yang terkenal dari seri Nisekoi, kembali beraksi, setelah kemarin menamatkan Nisekoi?
Awalnya saya bodo amat. Udah males sama yang namanya HAREM.
Singkat cerita...
Banyak diberitakan kalau Komi-sensei akan membuat oneshot. Pas kita lihat oneshot nya...
Hanya ada 2 chara di halaman pertama.
Apa ini ga bakal jadi harem? Kalo engga ya, bisa dicoba.
Rilis tanggal 20 Oktober 2016. Saya pun menunggu dengan sabar, tapi ga bener-bener nungguin sih.
Malam ini, tepat tanggal 22 Oktober 2016, saya baru inget kalo manga ini sudah rilis. Saya pun akhirnya mencari di internet.
Sebelum itu, saya udah baca sinopsis dari bebagai sumber.
Oke. Ini manga feels non harem rupanya. Pikir saya.
Begini sinopsisnya...
Manga Tokidoki ini menceritakan kisah sang protagonis bernama Iijima Hato yang bertemu gadis pindahan yang hanya memiliki 220 juta detak jantung lagi sebelum dirinya meninggal. Kira-kira 6-7 tahun lagi.

Oke. Kesimpulannya? Cewe nya, Takagi Hatsu, yang mati? Yakin?
Nah setelah saya ngomong gini, apa yang ada dibenak kalian?
Cowo nya yang mati?

 























Iya, dua duanya mati. Dan laki-laki nya dulu yang menjemput ajal.

Ya udah, saya mulai cerita garis besarnya aja ya.

Awalnya, cowonya yang tertarik dengan si cewe.
Suatu hari, Hato, atau yang biasa dipanggil Poppo, ga sengaja ngeliat Hatsu lagi ganti baju di UKS. Di dadanya, seperti tertancap sesuatu. Dari situlah, si Hatsu mulai cerita tentang penyakit langka dengan perbandingan 1:1 juta orang, yang dideritanya. Dari situ, Poppo bertekad bakal bikin Hatsu ga mati sia-sia. Dia ngajak Hatsu jalan-jalan lah, main, pokoknya bikin "doki-doki (deg-degan)" dan bikin seneng.
Suatu hari, si Hatsu ketahuan punya suara baguuuuussss banget. Akhirnya diajaklah dia masuk kedalam band nya Poppo. Hatsu pun mulai buka-bukaan dengan anggota band tersebut.
Beberapa minggu lagi, akan diadakan Bunkasai (Festival Budaya). Mereka pun mempersiapkan segala sesuatunya. Hingga pada hari H datang...
Saat Hatsu lagi cari udara segar, tiba-tiba petikan gitar kesayangan dia jatuh ke daerah hutan belakang sekolah. Dia pun ngadu ke Poppo. Poppo akhirnya mencarikan untuknya.
Saat berhasil ditemukan, bukan Poppo yang kembaliin, tapi temen bandnya.
Ternyata oh ternyata...

Poppo mengidap penyakit yang sama. Dan sisa umur dia lebih sedikit dari Hatsu. Cuman 15 menit. Apalagi, setelah dia lari-larian nyari petikan gitarnya Hatsu.
SAYA SIH UDAH CURIGA.
Karena beberapa kali, ada bagian temennya yang di close up, terus kata temennya itu juga (yang kaca mata), "Jangan terlalu memaksakan dirimu."
APA COBA INI:(

Poppo pun meninggal disekolah pada umur 17 tahun ketika teman-teman band nya manggung (Si Poppo emang nyuruh Hatsu dan temen temennya manggung tanpa dia).

Hatsu pun tak terpuruk. di 1 halaman terakhir, diceritakan bahwa Hatsu, yang sangat menyukai musik ini, akhirnya menjadi song writer!
Hatsu akhirnya meninggal di umurnya yang ke 21 tahun.


Ya. Gimana? Komi-sensei memang hebat! Artnya bagus dan ini storynyaaaa:((
Saya bahkan berdebat dengan teman saya barusan,
"KENAPA GA DIJADIIN ANIME AJA?! KENAPA CUMAN ONESHOT. INI BERASA KAYA NGEDIPIN MATA DOANG" Ya... Begitu seterusnya.

Saya akui, saya kurang menyukai Nisekoi. Tapi saya juga belum membaca karya-karya Komi-sensei yang lain. Tapi Tokidoki memang luar biasa. 5 Jempol!

Ringkasan:
Art: 8
Story: 10
Enjoyment: 9
Overall: 9

Sekian curhatan saya soal manga ini. Mohon maaf apabila banyak kata-kata yang kurang berkenan, karena saya habis baper berat</3
Note terakhir, saya masih sulit untuk mencari kanji "Toki" jadi mungkin judul jepangnya nanti saja :v

Source: tertera di foto ya...
Terima kasih untuk semuanya!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...